TERKINI
KTT Global Capai Kesepakatan Bersejarah Target Reboisasi Ekosistem Tropis RI Sandarkan Integritas Perdagangan Karbon pada Sistem Registri Nasional Komitmen Restorasi 30% Lahan Gambut dan Hutan Mangrove Pesisir

PLTS Terapung Saguling Capai 47 Persen, Target Operasi Bergeser ke April 2027

BANDUNG BARAT - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung Saguling di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, telah mencapai 47 persen. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan proyek tersebut selesai dan dapat dim...
PLTS Terapung Saguling Capai 47 Persen, Target Operasi Bergeser ke April 2027
Foto liputan: PLTS Terapung Saguling Capai 47 Persen, Target Operasi Bergeser ke April 2027 Sumber: Dok. Redaksi Garis Bumi

BANDUNG BARAT - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung Saguling di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, telah mencapai 47 persen. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan proyek tersebut selesai dan dapat dimanfaatkan pada akhir April 2027.

Perkembangan terbaru itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan pada akhir Agustus 2026. PLTS Terapung Saguling dikembangkan PT PLN melalui PLN Indonesia Power bersama ACWA Power, perusahaan energi asal Arab Saudi.

Proyek menggunakan permukaan Waduk Saguling sebagai lokasi pemasangan panel surya sehingga kebutuhan pembukaan lahan daratan untuk pembangkit dapat ditekan.

PLN sebelumnya mencatat PLTS Terapung Saguling memiliki kapasitas 92 megawatt peak atau MWp. Pembangkit diproyeksikan mampu menghasilkan lebih dari 130 gigawatt hour listrik per tahun, setara kebutuhan listrik sekitar 24.000 rumah tangga. PLN juga memperkirakan proyek dapat mengurangi emisi karbon hingga 104.000 ton CO₂ per tahun.

Ketika konstruksi proyek dimulai pada Oktober 2025, PLN menargetkan operasi komersial pada November 2026. Target terbaru yang disampaikan pemerintah daerah menjadi akhir April 2027. Belum terdapat penjelasan resmi dalam sumber terbaru mengenai penyebab perubahan jadwal tersebut.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah Kishartanto Purnomo Putro mengatakan pengembangan energi baru terbarukan dapat memanfaatkan potensi lokal tanpa mengorbankan keandalan sistem kelistrikan.

Menurut PLN, listrik dari PLTS Terapung Saguling akan terintegrasi ke dalam sistem kelistrikan Jawa-Bali.

Pemanfaatan permukaan waduk menjadi salah satu pendekatan yang berkembang dalam pembangunan PLTS skala besar di Indonesia. Selain mengurangi kebutuhan lahan darat, infrastruktur kelistrikan yang telah tersedia di sekitar kawasan pembangkit air dapat mendukung integrasi pembangkit surya.

Namun proyek PLTS terapung tetap membutuhkan pengelolaan teknis dan lingkungan, termasuk sistem penambatan panel, perubahan tinggi muka air, keselamatan operasi, serta pemantauan dampaknya terhadap ekosistem waduk.

Dengan progres 47 persen, proyek Saguling masih memiliki sekitar separuh pekerjaan sebelum memasuki tahapan operasi.

SUMBER REDAKSI: Listrik Indonesia, 30 Agustus 2026; PT PLN, 3 Oktober 2025.

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
KR
Krisna WA Jurnalis Terverifikasi

Berfokus pada liputan mendalam krisis iklim, keanekaragaman hayati nusantara, dan kebijakan transisi energi bersih berkeadilan sosial bagi masyarakat tapak.

ARTIKEL SEBELUMNYA PHE Petakan Reservoir Migas unatuk Penyimpanan Karbon Regional ARTIKEL BERIKUTNYA Jakarta, Bandung Raya dan Bali Disiapkan Jadi Pilot Karbon Sektor Sampah
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik ENERGI
📅 1 hour ago
📅 1 hour ago
📅 1 hour ago
Tautan artikel berhasil disalin ke clipboard!