TERKINI
KTT Global Capai Kesepakatan Bersejarah Target Reboisasi Ekosistem Tropis RI Sandarkan Integritas Perdagangan Karbon pada Sistem Registri Nasional Komitmen Restorasi 30% Lahan Gambut dan Hutan Mangrove Pesisir

BRIN Kembangkan Retardan Karhutla Berbasis Pati Singkong

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional tengah mengembangkan material retardan berbasis pati singkong untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan. Teknologi yang disebut CASSA-P tersebut dirancang sebagai pendukung pemadaman, buk...
BRIN Kembangkan Retardan Karhutla Berbasis Pati Singkong
Foto liputan: BRIN Kembangkan Retardan Karhutla Berbasis Pati Singkong Sumber: Dok. Redaksi Garis Bumi

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional tengah mengembangkan material retardan berbasis pati singkong untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan. Teknologi yang disebut CASSA-P tersebut dirancang sebagai pendukung pemadaman, bukan pengganti seluruh metode penanganan karhutla yang selama ini digunakan.

BRIN menjelaskan teknologi tersebut pada 27 Agustus 2026 di tengah upaya mencari bahan dan metode yang dapat meningkatkan efektivitas penggunaan air dalam mengendalikan kebakaran vegetasi.

Periset Kimia Molekuler BRIN Julinton menjelaskan pati singkong tidak digunakan sebagai tepung kering yang langsung ditebarkan ke api.

Pati dimodifikasi secara kimia kemudian diformulasikan bersama air, ammonium polyphosphate atau APP, serta wetting agent dalam konsentrasi rendah.

Cara kerjanya memadukan beberapa mekanisme. Air berfungsi menyerap panas dan menurunkan temperatur bahan bakar. Pati singkong termodifikasi membantu cairan menempel dan bertahan lebih lama pada permukaan vegetasi, sementara wetting agent membantu cairan menyebar dan membasahi bahan bakar.

Ketika menerima panas, APP membantu membentuk lapisan karbon padat atau char pada material. Lapisan tersebut berpotensi menghambat perpindahan panas dan memperlambat laju penyebaran api.

BRIN melihat CASSA-P berpotensi digunakan melalui operasi darat maupun penyemprotan presisi menggunakan drone. Penggunaannya dapat diarahkan pada titik api awal, spot fire, sisi kebakaran, atau untuk membentuk jalur retardan pada vegetasi yang belum terbakar.

Namun BRIN menegaskan teknologi tersebut masih dalam tahap penelitian.

Formulasi, efektivitas, keamanan serta dampak lingkungannya harus divalidasi melalui pengujian laboratorium dan lapangan. Pengujian juga diperlukan untuk melihat biodegradabilitas, potensi dampak terhadap tanaman, organisme tanah dan air, kandungan fosfat dan nitrogen serta residu setelah pembakaran.

Karena itu, klaim bahwa tepung singkong dapat langsung digunakan sebagai bahan pemadam karhutla tidak tepat.

Yang dikembangkan BRIN adalah formulasi teknologi retardan berbasis pati singkong dengan komponen tambahan dan karakteristik tertentu.

Jika pengujian menghasilkan formulasi yang efektif dan aman, teknologi tersebut berpotensi memanfaatkan bahan baku domestik sebagai salah satu pendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan.

SUMBER REDAKSI: BRIN, 27 Agustus 2026.

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
AG
Agung SP Jurnalis Terverifikasi

Berfokus pada liputan mendalam krisis iklim, keanekaragaman hayati nusantara, dan kebijakan transisi energi bersih berkeadilan sosial bagi masyarakat tapak.

ARTIKEL SEBELUMNYA Warga Bandung Pilah Lebih dari 60 Ton Sampah Organik Setiap Hari ARTIKEL BERIKUTNYA GPS Collar Pantau Pergerakan Gajah Sumatra di Mukomuko
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik TEKNOLOGI
📅 50 minutes ago
📅 45 minutes ago
📅 46 minutes ago
Tautan artikel berhasil disalin ke clipboard!